Jenis Audit (Audit Internal, Audit Sistem Informasi, Audit Kecurangan, Audit Eksternal, Audit Keuangan)


Audit Internal

Audit internal merupakan rangkaian aktivitas dalam pemeriksaan yang dikerjakan oleh pihak yang berasal dari bagian internal, yaitu auditor perusahaan untuk memeriksa catatan akuntansi dan keuangan perusahaan. Tugas lain dari auditor internal adalah mengetahui ketaatan perusahaan dalam menjalankan manajemen yang berlaku di dalamnya.

Selain itu, kewenangan auditor internal adalah memeriksa ketaatan perusahaan terhadap peraturan pemerintah dan berbagai kebijakan lain yang berkaitan dengan ikatan profesi yang sedang berlaku. Contoh audit internal misalnya pemeriksaan catatan keuangan oleh internal auditor perusahaan karena didapati adanya ketidaktepatan dalam struktur penyusunannya.

Tujuan Audit Internal :

  • Kelengkapan (Completeness), yaitu untuk memastikan seluruh transaksi telah dicatat dan dimasukkan dalam jurnal secara aktual.
  • Ketepatan (Accuracy), yaitu untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat dengan benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan dengan tepat, dan dicatat dengan prosedur yang terencana.
  • Eksistensi (Existence), yaitu untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat atas dasar kebenaran yang terjadi dan bukan karena kejadian fiktif.
  • Penilaian (Valuation), yaitu untuk memastikan bahwa indikator yang diaudit telah menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.
  • Klasifikasi (Classification), yaitu untuk memastikan bahwa transaksi telah diklasifikasikan dengan benar di dalam jurnal.
  • Ketepatan (Accuracy), yaitu untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat sesuai dengan tanggal, waktu, dan kejadian secara lengkap dan sesuai dengan rincian dalam saldo akun.
  • Pisah Batas (Cut Off), yaitu untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang dekat tanggal neraca akan dicatat dalam periode yang tepat.
  • Pengungkapan (Disclosure), yaitu untuk meyakinkan kewajaran dalam penyajian saldo akun yang sesuai dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

 


Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi merupakan proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah software akuntansi yang digunakan perusahaan dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

Ada beberapa aspek yang diperiksa yakni audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability (apakah sistem online terus atau sering trouble), reliabilityconfidentiality dan integrity, aspek keamanan, audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file/database.

Tujuan Audit Sistem Informasi :

  • Pengamanan AsetAset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian internal yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
  • Menjaga Integritas DataIntegritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpelihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang benar bahkan perusahaan dapat mengalami kerugian.
  • Efektivitas Sistem, Efektivitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user. 
  • Efisiensi SistemEfisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.

 

Audit Kecurangan (Fraud)

Fraud auditing atau audit kecurangan adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan dalam transaksi-transaksi komersial. Untuk dapat melakukan audit kecurangan terhadap pembukuan dan transaksi komersial memerlukan gabungan dua keterampilan, yaitu sebagai auditor yang terlatih dan kriminal investigator.

Fraud  auditing  termasuk  dalam  audit  khusus  yang  berbeda  dengan audit umum terutama dalam hal tujuan yaitu fraud auditing memiliki tujuan yang lebih sempit (khusus) dan cenderung untuk mengungkap suatu kecurangan yang diduga terjadi dalam pengelolaan aset/aktiva.

 

Audit Eksternal

Audit eksternal adalah audit yang dilakukan oleh auditor luar untuk melakukan verifikasi terhadap keakuratan laporan keuangan. Audit eksternal juga merupakan suatu pemeriksaan secara berkala pada pembukuan atau catatan dari suatu entitas yang dilakukan pihak ketiga secara independen.

Tujuan dari audit eksternal adalah untuk mengetahui apakah laporan keuangan tahunan perusahaan atau organisasi menyajikan kondisi yang riil tentang keadaan finansial perusahaan atau organisasi terkait.

 

Audit Keuangan

Audit keuangan atau audit laporan keuangan merupakan penilaian atau evaluasi atas suatu entitas (organisasi, perusahaan, atau lembaga) sehingga menghasilkan pendapat atau opini yang independen dari pihak ketiga tentang laporan keuangan yang akurat, lengkap, relevan, wajar, dan pastinya sesuai dengan prinsip akuntansi dan aturan yang berlaku.

Tujuan dari audit keuangan yaitu untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan, organisasi, dan lembaga disusun melalui prinsip dan standar akuntansi yang berlaku. Laporan keuangan juga harus menyajikan kondisi keuangan perusahaan sebenarnya pada tanggal pelaporan dan kinerja manajemen pada periode tersebut.

 

Komentar